Proyek Tanggul Pantai Rp500 Miliar Disiapkan untuk Lindungi Warga dari Banjir Rob

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarciayuterkini – Ancaman banjir rob yang selama bertahun-tahun menghantui masyarakat pesisir Eretan Wetan dan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, kini mulai mendapat penanganan berskala besar. Pemerintah menyiapkan pembangunan infrastruktur pengaman pantai sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko genangan air laut yang kerap masuk ke kawasan permukiman.

Persoalan rob di dua desa pesisir tersebut tidak hanya menyangkut genangan air, tetapi juga menyentuh aspek keamanan tempat tinggal dan keberlangsungan aktivitas warga. Karena itu, penanganannya membutuhkan pembangunan infrastruktur secara bertahap sekaligus koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan Pemkab Indramayu terus mengawal proses koordinasi dan rapat teknis bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah pusat. Hasil koordinasi tersebut turut membuka jalan bagi dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur pengaman pantai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alokasi anggaran yang diamankan melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Komisi V DPR RI disebut berada di kisaran Rp460 miliar hingga Rp500 miliar.

Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengendali banjir rob di kawasan Eretan. Proyek ini diharapkan menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan pesisir yang selama ini dihadapi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Indramayu menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Penanganan tersebut masuk dalam rencana teknis jangka panjang periode 2021–2028, sehingga pembangunan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui sejumlah tahapan.

Sejumlah infrastruktur pengaman pantai telah dibangun. Di antaranya tanggul pantai dengan panjang mencapai 2.270 meter serta pemecah ombak atau breakwater sepanjang 520 meter.

Namun pembangunan tersebut belum berhenti. Pemerintah masih menyiapkan sejumlah pekerjaan lanjutan untuk memperkuat sistem perlindungan kawasan pesisir Eretan.

Rencana berikutnya mencakup pembangunan tambahan tanggul pantai sepanjang 500 meter. Selain itu, akan dibangun pemecah ombak sepanjang 250 meter dan penguatan tanggul sepanjang 110 meter di aliran Kali Perawan.

Penguatan kawasan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan tanggul dan pemecah ombak. BBWS juga akan melakukan normalisasi sungai melalui pengerukan. Langkah tersebut diperlukan untuk membantu mengantisipasi potensi luapan air yang berasal dari wilayah hulu.

Dengan demikian, penanganan banjir di kawasan Eretan tidak hanya berfokus pada air laut, tetapi juga mempertimbangkan aliran air dari daratan yang berpotensi memperburuk kondisi ketika debit air meningkat.

Baca Juga:  Ruangan Sekolah Kini Dibenahi, Kepala SDN 2 Temiyangsari Indramayu Berharap Siswa Makin Semangat Belajar

Sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen, Pemkab Indramayu juga menyiapkan langkah penanganan jangka pendek. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Indramayu secara berkala mengerahkan alat berat jenis ekskavator.

Alat tersebut digunakan untuk membuat dan memperkuat tanggul tanah darurat di sekitar permukiman warga. Upaya ini menjadi salah satu bentuk respons sementara agar air tidak mudah masuk ke kawasan tempat tinggal masyarakat.

Persoalan lainnya adalah keberadaan warga yang tinggal di zona merah atau kawasan sempadan pantai. Untuk kelompok masyarakat tersebut, pemerintah menyiapkan opsi relokasi sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko keselamatan akibat ancaman rob.

Pemkab Indramayu menggandeng Kementerian Sosial dalam menyiapkan skema relokasi tersebut. Pemerintah daerah juga telah menyediakan lahan seluas 2 hektare yang berada di lokasi yang dinilai lebih aman.

Lahan tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Lokasi ini dipersiapkan agar warga yang direlokasi tetap memiliki akses yang relatif dekat dengan kawasan pesisir, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas sebagai nelayan.

Rencana pembangunan infrastruktur sekaligus penanganan relokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat Eretan.

Sebelumnya, persoalan banjir rob juga menjadi perhatian warga yang terdampak. Masyarakat bahkan sempat menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa damai untuk meminta kepastian penanganan dari pemerintah.

Dalam dialog dengan masyarakat, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan komitmennya untuk mengawal penyelesaian persoalan tersebut. Pemerintah daerah kini berupaya memastikan koordinasi lintas pemerintahan berjalan sehingga pembangunan yang direncanakan dapat direalisasikan.

Dengan adanya dukungan anggaran pusat, pembangunan tanggul, pemecah ombak, normalisasi sungai, hingga rencana relokasi warga, penanganan kawasan Eretan diarahkan tidak hanya untuk menghadapi rob yang terjadi saat ini.

Proyek tersebut juga diharapkan menjadi sistem perlindungan jangka panjang bagi kawasan pesisir. Bagi masyarakat Eretan Wetan dan Eretan Kulon, pembangunan pengaman pantai menjadi harapan agar aktivitas sehari-hari dan tempat tinggal mereka dapat terlindungi dari ancaman banjir rob yang selama ini terus berulang.***

Follow WhatsApp Channel kabarciayuterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gema Takbir Mengguncang Sukra! Babinsa Heryanto Hadiri Apel Hari Santri 2026, Simbol Persatuan Umat dan Negara
Hampir Rampung! Transformasi Wajah Koramil Cikedung Mencapai 99,9%, Pengecatan Lantai Teras Jadi Sorotan Utama
63.000 Warga Indramayu Masih Menganggur, Lucky Hakim Siapkan 14.000 Hektare Lahan untuk Kawasan Industri
Peltu Heryanto Guncang Balai Desa, Rancang Strategi Tiga Pilar: Pertanian, Keamanan, dan Cuaca untuk Ketahanan Wilayah Ujunggebang Sukra!
Pantai Betah Sukahaji di Patrol Indramayu, Ini Lokasi dan Daya Tariknya
Meriah! Pepunden Dharma Ayu Nagari Warnai Hari Jadi ke-499 Indramayu, Lucky Hakim Apresiasi Seniman
Kampung Narkoba di Bandung Digerebek, 21 Orang Positif Sabu, Polisi Siap Telusuri Sampai ke Akar
Warga  Mengeluh Sesak Napas Gegara Debu Truk Pengangkut Tanah Sawah di Ranjeng Losarang, Diduga Diperjualbelikan
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:39 WIB

Gema Takbir Mengguncang Sukra! Babinsa Heryanto Hadiri Apel Hari Santri 2026, Simbol Persatuan Umat dan Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Hampir Rampung! Transformasi Wajah Koramil Cikedung Mencapai 99,9%, Pengecatan Lantai Teras Jadi Sorotan Utama

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:25 WIB

63.000 Warga Indramayu Masih Menganggur, Lucky Hakim Siapkan 14.000 Hektare Lahan untuk Kawasan Industri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Peltu Heryanto Guncang Balai Desa, Rancang Strategi Tiga Pilar: Pertanian, Keamanan, dan Cuaca untuk Ketahanan Wilayah Ujunggebang Sukra!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Meriah! Pepunden Dharma Ayu Nagari Warnai Hari Jadi ke-499 Indramayu, Lucky Hakim Apresiasi Seniman

Berita Terbaru