Kabarciayuterkini– Ruang belajar sederhana di PKBM Al Hikmah, Desa Babakanjaya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menjadi tempat bagi sejumlah warga untuk kembali menjalani proses pendidikan.
Di tempat yang beralamat di Jl. Pu Saradan-Wanguk tersebut, kegiatan belajar tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Para warga belajar juga diberi kesempatan untuk mengenal berbagai kegiatan praktis yang dapat mengasah kreativitas dan keterampilan.
PKBM Al Hikmah merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Ilmi. Melalui pendidikan kesetaraan, lembaga ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal untuk kembali mengikuti proses belajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap warga belajar memiliki cerita yang berbeda. Ada yang sempat meninggalkan sekolah karena keadaan, kemudian memilih mencari jalan lain agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Suasana pembelajaran di PKBM Al Hikmah terlihat pada Kamis, 1 Oktober 2026. Para peserta mengikuti kegiatan bersama pengajar dengan berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan proses pembelajaran.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memanfaatkan galon bekas menjadi pot tanaman. Benda yang sudah tidak digunakan tersebut diolah kembali agar memiliki fungsi baru.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi warga belajar. Mereka tidak hanya belajar membuat sebuah benda, tetapi juga diajak melihat bahwa barang sederhana di sekitar dapat dimanfaatkan melalui ide dan kreativitas.
Ketua Yayasan Nurul Ilmi, Kasnali, mengatakan keberadaan pendidikan nonformal diharapkan dapat menjadi jalan bagi masyarakat yang masih memiliki keinginan untuk belajar.
“Kesempatan untuk belajar sebaiknya tetap terbuka. Setiap orang memiliki keadaan dan perjalanan yang berbeda, sehingga kami ingin memberikan ruang bagi mereka yang masih ingin melanjutkan pendidikan,” ujar Kasnali.
Menurutnya, proses pendidikan di PKBM tidak semata-mata diarahkan untuk menyelesaikan pendidikan kesetaraan. Warga belajar juga diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, setelah mengikuti pembelajaran di sini, mereka tidak hanya membawa hasil pendidikan, tetapi juga memiliki pengalaman, keterampilan, dan keyakinan untuk terus mengembangkan diri,” katanya.
Keberadaan PKBM Al Hikmah menjadi bagian dari upaya membuka kembali akses belajar bagi masyarakat. Dari ruang sederhana tersebut, proses pendidikan tetap berjalan dengan cara yang dekat dengan kebutuhan dan kehidupan para warga belajar.
Bagi mereka yang pernah meninggalkan bangku sekolah, kembali belajar menjadi langkah baru. Tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar, karena dari sebuah ruang belajar dan kegiatan sederhana pun, kesempatan untuk menata masa depan dapat kembali dibangun.***
Penulis : Ade Nur
Sumber Berita: Liputan lapangan









Komentar