Kabarciayuterkini – Komunikasi Sosial (Komsos) merupakan salah satu metode strategis yang digunakan oleh aparatur kewilayahan untuk menjaga keutuhan dan kerukunan di tengah masyarakat. Hal ini kembali dibuktikan oleh Babinsa Desa Tempel Kulon, Serda Yusup, anggota Koramil 1612/Lelea, Kodim 0616/Indramayu. Pada Kamis pagi, 6 Agustus 2026, Serda Yusup melaksanakan kegiatan silaturahmi intensif bersama Kepala Desa (Kuwu) serta sejumlah tokoh dan warga masyarakat setempat di Balai Desa Tempel Kulon, Kecamatan Lelea.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan. Kehadiran Serda Yusup di tengah-tengah warga bukan sekadar formalitas dinas, melainkan wujud nyata dari kehadiran TNI di tengah masyarakat sebagai mitra kerja yang selalu siap mendengarkan aspirasi dan keluhan rakyat. Dalam forum Komsos ini, Serda Yusup tidak hanya bertemu dengan warga biasa, tetapi juga berdialog langsung dengan Kuwu Desa Tempel Kulon, sehingga tercipta jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan elemen masyarakat.
Tujuan utama dari pelaksanaan Komsos ini adalah untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi. Di era modern yang serba cepat ini, interaksi tatap muka sering kali tergerus oleh kesibukan individu. Melalui pertemuan rutin seperti ini, Babinsa berupaya mengembalikan budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan Indramayu. Serda Yusup menekankan bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya terletak pada persenjataan canggih, tetapi juga pada kekompakan dan solidaritas antara TNI dan rakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain aspek persaudaraan, agenda penting lainnya dalam kegiatan ini adalah monitoring kondisi keamanan dan ketertiban wilayah binaan. Sebagai “mata dan telinga” komando di tingkat paling bawah, Babinsa memiliki tugas vital untuk mendeteksi dini setiap potensi gangguan kamtibmas yang mungkin timbul. Dalam dialog tersebut, Serda Yusup secara terbuka menanyakan perkembangan situasi terkini di Desa Tempel Kulon. Apakah ada isu-isu tertentu yang meresahkan warga? Apakah ada konflik horizontal yang perlu diredam sejak awal? Atau apakah ada kebutuhan mendesak terkait keamanan lingkungan yang memerlukan bantuan instansi terkait?
Respons dari warga dan Kuwu Desa sangat positif. Mereka merasa dihargai karena pendapat mereka didengarkan secara langsung oleh perwakilan militer. Diskusi berjalan dua arah, di mana warga juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Babinsa selama ini yang dinilai selalu sigap membantu kesulitan masyarakat, baik dalam urusan administrasi kependudukan maupun bantuan fisik saat terjadi bencana atau kegiatan sosial.
Seluruh rangkaian kegiatan Komsos tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Tidak ada insiden atau ketegangan yang terjadi, yang justru menunjukkan bahwa hubungan antara aparat TNI dan masyarakat di Desa Tempel Kulon sudah terjalin sangat harmonis. Suasana balai desa yang ramai namun teratur mencerminkan tingginya antusiasme warga untuk berpartisipasi dalam menjaga stabilitas wilayah mereka sendiri.
Bagi Serda Yusup, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen harian untuk memastikan Desa Tempel Kulon tetap menjadi wilayah yang damai dan produktif. Dengan adanya komunikasi yang lancar, setiap masalah dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan visi Kodim 0616/Indramayu untuk menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberhasilan Komsos ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi babinsa lain di jajaran Koramil 1612/Lelea. Sinergi yang terbangun antara Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan ketahanan nasional di tingkat grassroots. Dengan terus mempertahankan frekuensi pertemuan dan kualitas dialog seperti yang dilakukan Serda Yusup, diharapkan Desa Tempel Kulon akan terus terjaga stabilitasnya, mendukung pembangunan daerah, serta memperkuat fondasi persatuan bangsa di Kabupaten Indramayu.***









Komentar