Tak Inisiasi Pengadaan Seragam Batik, Kepsek SDN Taman Pawedaran Sebut Hanya Fasilitasi Orang Tua

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarciayuterkini  – Pihak SD Negeri Taman Pawedar, Blok Jangga Tua, Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, memberikan klarifikasi terkait dugaan praktik pengadaan seragam batik bagi peserta didik di sekolah tersebut.

Kepala SD Negeri Taman Pawedar, Tasmi, S.Pd., menegaskan bahwa pengadaan seragam batik tersebut bukan merupakan program atau kebijakan yang diinisiasi oleh pihak sekolah.

Menurut Tasmi, pengadaan seragam tersebut muncul setelah adanya permintaan dari sejumlah orang tua siswa. Ia menyebut, selama sekitar tiga tahun sebelumnya sekolah tidak membuat atau mengadakan seragam batik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, karena adanya desakan dari orang tua siswa, pihak sekolah akhirnya menyetujui permintaan tersebut.

“Ini bukan dari sekolah, tapi permintaan dari orang tua siswa. Selama tiga tahun kita tidak membuatnya, tetapi karena ada desakan, akhirnya kami menyetujui. Itu juga melalui komite sekolah,” ujar Tasmi saat dikonfirmasi, Selasa 2 September 2026.

Tasmi menambahkan, dalam proses tersebut pihak sekolah menurutnya hanya berperan memfasilitasi permintaan orang tua siswa.

“Dari pihak sekolah cuma memfasilitasi saja,” katanya.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul adanya sorotan mengenai pengadaan pakaian seragam batik di lingkungan sekolah. Pihak sekolah menekankan bahwa keputusan tersebut tidak semata-mata berasal dari sekolah, melainkan berdasarkan permintaan orang tua dan dibicarakan melalui komite sekolah.

Meski demikian, ketentuan mengenai pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh satuan pendidikan.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Losarang, Dasuki, S.Pd., M.Si., mengatakan pihaknya secara rutin telah menyampaikan ketentuan dan mengingatkan kepala sekolah agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan pengadaan pakaian seragam.

Baca Juga:  Hampir Rampung! Transformasi Wajah Koramil Cikedung Mencapai 99,9%, Pengecatan Lantai Teras Jadi Sorotan Utama

Menurut Dasuki, sosialisasi mengenai aturan tersebut dilakukan setiap tahun kepada kepala sekolah. Penyampaian pengingat juga dilakukan menjelang akhir tahun, terutama ketika memasuki masa penerimaan murid baru atau SPMB.

Ia menegaskan, pihak sekolah harus memahami batasan-batasan yang telah diatur agar kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

“Disosialisasikan setiap tahun kepada kepala sekolah dan juga mau akhir tahun ketika penerimaan SPMB. Harus hati-hati hal-hal yang sekiranya menabrak aturan. Kami sudah sampaikan warning,” kata Dasuki kepada awak media

Dasuki mengaku kembali mengingatkan pihak sekolah agar memperhatikan aturan yang telah disampaikan dalam setiap sosialisasi.

“Makanya saya ingat dengan aturan-aturan yang sudah saya sampaikan,” ujarnya.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak sekolah tersebut, persoalan pengadaan seragam batik di SD Negeri Taman Pawedar kini menjadi perhatian agar seluruh proses pengadaan pakaian peserta didik tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam persoalan tersebut sebatas memfasilitasi permintaan orang tua siswa dan dilakukan melalui komite sekolah.

Ke depan, kepatuhan terhadap regulasi diharapkan menjadi perhatian seluruh pihak, baik sekolah, komite maupun orang tua siswa, sehingga kebutuhan pakaian seragam peserta didik dapat dipenuhi tanpa menimbulkan persoalan administrasi maupun dugaan pelanggaran aturan.***

Follow WhatsApp Channel kabarciayuterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gema Takbir Mengguncang Sukra! Babinsa Heryanto Hadiri Apel Hari Santri 2026, Simbol Persatuan Umat dan Negara
Hampir Rampung! Transformasi Wajah Koramil Cikedung Mencapai 99,9%, Pengecatan Lantai Teras Jadi Sorotan Utama
63.000 Warga Indramayu Masih Menganggur, Lucky Hakim Siapkan 14.000 Hektare Lahan untuk Kawasan Industri
Peltu Heryanto Guncang Balai Desa, Rancang Strategi Tiga Pilar: Pertanian, Keamanan, dan Cuaca untuk Ketahanan Wilayah Ujunggebang Sukra!
Pantai Betah Sukahaji di Patrol Indramayu, Ini Lokasi dan Daya Tariknya
Meriah! Pepunden Dharma Ayu Nagari Warnai Hari Jadi ke-499 Indramayu, Lucky Hakim Apresiasi Seniman
Kampung Narkoba di Bandung Digerebek, 21 Orang Positif Sabu, Polisi Siap Telusuri Sampai ke Akar
Warga  Mengeluh Sesak Napas Gegara Debu Truk Pengangkut Tanah Sawah di Ranjeng Losarang, Diduga Diperjualbelikan
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:39 WIB

Gema Takbir Mengguncang Sukra! Babinsa Heryanto Hadiri Apel Hari Santri 2026, Simbol Persatuan Umat dan Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Hampir Rampung! Transformasi Wajah Koramil Cikedung Mencapai 99,9%, Pengecatan Lantai Teras Jadi Sorotan Utama

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:25 WIB

63.000 Warga Indramayu Masih Menganggur, Lucky Hakim Siapkan 14.000 Hektare Lahan untuk Kawasan Industri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Peltu Heryanto Guncang Balai Desa, Rancang Strategi Tiga Pilar: Pertanian, Keamanan, dan Cuaca untuk Ketahanan Wilayah Ujunggebang Sukra!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Meriah! Pepunden Dharma Ayu Nagari Warnai Hari Jadi ke-499 Indramayu, Lucky Hakim Apresiasi Seniman

Berita Terbaru