Kabarciayuterkini – Suasana pagi Selasa (1/9/2026) di Pasar Haurgeulis, Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, kembali dipantau ketat oleh aparat kewilayahan. Sejak pukul 08.30 WIB, Koptu Apih Santosa, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, tampak sigap berkeliling dari satu kios ke kios lainnya. Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi rakyat jelata di awal bulan, prajurit TNI ini turun langsung memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) untuk memastikan tidak ada permainan harga atau penimbunan yang merugikan masyarakat.
Pemantauan yang dilakukan Koptu Apih ini mengungkap dinamika harga yang masih fluktuatif pasca akhir pekan. Sebagian besar komoditas strategis seperti beras medium (Rp13.000/kg), minyak goreng (Rp17.000/liter), jagung (Rp13.000/kg), kedelai lokal (Rp10.000/kg), bawang putih (Rp40.000/kg), dan daging sapi (Rp140.000/kg) terpantau masih stabil. Kestabilan ini menjadi kabar baik bagi daya beli masyarakat. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada kenaikan harga gula pasir yang kini bertahan di angka Rp17.500/kg, serta daging ayam broiler yang melonjak menjadi Rp40.000/kg dari harga normal Rp37.000/kg. Kenaikan ini diduga akibat tingginya permintaan di awal bulan dan sedikitnya pasokan dari peternak lokal.
Di sisi lain, kabar gembira datang dari harga bawang merah yang justru mengalami penurunan signifikan menjadi Rp30.000/kg dari sebelumnya Rp35.000/kg. Penurunan ini sangat menguntungkan bagi ibu rumah tangga yang sering menggunakan bumbu dasar tersebut. Sementara itu, harga telur ayam juga terpantau naik menjadi Rp32.000/kg, menambah daftar komoditas yang perlu diwaspadai agar tidak terus merangkak naik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tujuan kami hadir di sini bukan untuk menakut-nakuti pedagang, tapi untuk memastikan harga tetap wajar dan terjangkau. Kami juga ingin mencegah adanya spekulan yang memanfaatkan momen tertentu untuk menaikkan harga secara sepihak,” tegas Koptu Apih Santosa sambil berdialog dengan para penjual. Ia menekankan bahwa transparansi harga adalah kunci kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional.
Para pedagang di wilayah Haurgeulis menyambut baik kehadiran Babinsa. Mereka mengaku merasa lebih tenang karena adanya pengawasan rutin dari pihak keamanan. “Dengan ada Pak Tentara yang cek harga, kami jadi lebih hati-hati memasang label. Kami tidak mau dituduh main harga seenaknya,” ujar salah satu pedagang sembako, Ibu Siti.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di pasar dan toko-toko terpantau sangat aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada gejolak atau protes dari warga terkait harga. Sinergitas antara Koramil 1615/Haurgeulis dan para pelaku pasar terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan supply and demand.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Kodim 0616/Indramayu dalam mendukung kebijakan stabilisasi harga pemerintah. Dengan monitoring yang konsisten, diharapkan daya beli masyarakat Haurgeulis tetap terjaga despite adanya fluktuasi harga pada komoditas tertentu seperti gula dan daging ayam. Sebuah langkah preventif yang cerdas dari Koptu Apih Santosa untuk melindungi kesejahteraan rakyat kecil dari jeratan inflasi yang tak terkendali.***









Komentar