Babinsa Loyang ‘Geruduk’ Warga di Kawasan Hutan Cikedung, Serukan Larangan Bakar Tebu dan Jerami demi Cegah Bencana Karhutla yang Mencekam!

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarciayuterkini – Ketegangan menyelimuti kawasan hutan Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, pada Rabu pagi (26/8/2026). Sejak pukul 09.00 WIB, kehadiran Babinsa Loyang langsung menjadi pusat perhatian warga setempat. Di tengah musim kemarau yang kian panjang dan risiko kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) yang mengintai, prajurit TNI ini turun tangan melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) intensif untuk mencegah bencana ekologis yang dapat merusak paru-paru dunia dan mengancam kesehatan masyarakat.

Babinsa Loyang tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa pesan tegas namun humanis kepada para petani dan pemilik lahan di sekitar kawasan hutan. Fokus utama himbauan adalah larangan keras membakar sisa tebangan tebu dan jerami sawah di area dekat hutan. Praktik pembakaran lahan, meskipun dianggap cara cepat membersihkan lahan oleh sebagian petani, ternyata memiliki risiko fatal: api dapat merambat tak terkendali ke vegetasi hutan yang kering, memicu asap tebal, dan merusak ekosistem lokal.

“Kita harus sadar, membakar jerami atau sisa tebu di dekat hutan itu seperti bermain dengan api di tumpukan bensin. Angin sedikit saja, api bisa melalap habis hutan kita,” tegas Babinsa Loyang di hadapan warga yang berkumpul. Ia menekankan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab moral setiap individu yang tinggal di wilayah rawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain larangan pembakaran, Babinsa juga mensosialisasikan pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengajak warga untuk beralih ke metode pengolahan limbah pertanian yang lebih ramah lingkungan, seperti pembuatan kompos atau pakan ternak, daripada membakarnya. Langkah ini dinilai dapat mengurangi polusi udara sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Air Jadi Kunci Produktivitas, Petani Mulya Sejahtera Lungkoneng Andalkan Irpom Reguler Hadapi Kemarau

Salah satu warga Desa Loyang, Pak Ujang (50), mengaku sebelumnya terbiasa membakar jerami karena alasan praktis. “Setelah dijelaskan sama Pak Babinsa, saya jadi ngeri sendiri. Kalau sampai hutan terbakar, nanti anak-anak kami juga yang susah napas kena asapnya. Mulai sekarang saya akan coba buat kompos saja,” ujarnya dengan nada penyesalan namun penuh kesadaran baru.

Selama kegiatan Komsos berlangsung, situasi di kawasan hutan Desa Loyang terpantau sangat aman dan lancar. Tidak ada protes atau penolakan dari warga, justru sebaliknya, banyak yang berterima kasih atas edukasi yang diberikan. Kehadiran Babinsa berhasil menciptakan efek psikologis positif, di mana warga merasa diingatkan untuk bertindak bijak terhadap alam.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran Babinsa dalam menjaga ketahanan lingkungan di wilayah binaan. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, Kodim 0616/Indramayu berupaya memutus mata rantai penyebab Karhutla sejak dari akar permasalahan. Warga Desa Loyang pun berharap sosialisasi seperti ini dapat dilakukan secara rutin, terutama menjelang puncak musim kemarau, agar hutan Cikedung tetap hijau dan udara Indramayu tetap bersih.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas warga di sekitar kawasan hutan kembali normal, namun dengan kesadaran baru untuk tidak lagi menggunakan api sebagai alat pembersih lahan. Sebuah kemenangan kecil dalam perang melawan perubahan iklim dan bencana ekologis, yang dipimpin oleh seorang prajurit bernama Babinsa Loyang.***

Follow WhatsApp Channel kabarciayuterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gema Takbir Mengguncang Sukra! Babinsa Heryanto Hadiri Apel Hari Santri 2026, Simbol Persatuan Umat dan Negara
Hampir Rampung! Transformasi Wajah Koramil Cikedung Mencapai 99,9%, Pengecatan Lantai Teras Jadi Sorotan Utama
63.000 Warga Indramayu Masih Menganggur, Lucky Hakim Siapkan 14.000 Hektare Lahan untuk Kawasan Industri
Peltu Heryanto Guncang Balai Desa, Rancang Strategi Tiga Pilar: Pertanian, Keamanan, dan Cuaca untuk Ketahanan Wilayah Ujunggebang Sukra!
Pantai Betah Sukahaji di Patrol Indramayu, Ini Lokasi dan Daya Tariknya
Meriah! Pepunden Dharma Ayu Nagari Warnai Hari Jadi ke-499 Indramayu, Lucky Hakim Apresiasi Seniman
Kampung Narkoba di Bandung Digerebek, 21 Orang Positif Sabu, Polisi Siap Telusuri Sampai ke Akar
Warga  Mengeluh Sesak Napas Gegara Debu Truk Pengangkut Tanah Sawah di Ranjeng Losarang, Diduga Diperjualbelikan
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:39 WIB

Gema Takbir Mengguncang Sukra! Babinsa Heryanto Hadiri Apel Hari Santri 2026, Simbol Persatuan Umat dan Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Hampir Rampung! Transformasi Wajah Koramil Cikedung Mencapai 99,9%, Pengecatan Lantai Teras Jadi Sorotan Utama

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:25 WIB

63.000 Warga Indramayu Masih Menganggur, Lucky Hakim Siapkan 14.000 Hektare Lahan untuk Kawasan Industri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Peltu Heryanto Guncang Balai Desa, Rancang Strategi Tiga Pilar: Pertanian, Keamanan, dan Cuaca untuk Ketahanan Wilayah Ujunggebang Sukra!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Meriah! Pepunden Dharma Ayu Nagari Warnai Hari Jadi ke-499 Indramayu, Lucky Hakim Apresiasi Seniman

Berita Terbaru