Kabarciayuterkini – Menjaga stabilitas harga bahan pokok merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat. Menyadari pentingnya hal tersebut, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka F. Apik, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Terisi, Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (10/08/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kunjungan Serka F. Apik ke pasar tradisional ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok dan memantau fluktuasi harga agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan daya beli masyarakat. Dalam pantauannya, Babinsa tersebut berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya, berdialog dengan para pedagang untuk mendapatkan data harga terkini secara langsung.
Berdasarkan hasil monitoring, harga sebagian besar bahan pokok terpantau masih relatif stabil dan terjangkau. Harga beras, sebagai komoditas utama, tercatat berada di angka Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng (migor) dijual seharga Rp16.000 per kilogram, dan gula putih dipatok sebesar Rp18.000 per kilogram. Untuk protein hewani, harga telur ayam berada di level Rp30.000 per kilogram, daging ayam Rp35.000 per kilogram, dan daging sapi Rp145.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, perhatian khusus tertuju pada harga sejumlah bumbu dapur yang mengalami kenaikan atau berada di posisi cukup tinggi. Cabe rawit hijau terpantau dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram, sementara cabe merah berada di angka Rp32.000 per kilogram. Untuk bawang-bawangan, bawang merah dijual seharga Rp36.000 per kilogram dan bawang putih Rp38.000 per kilogram.
Serka F. Apik menyampaikan bahwa meskipun ada beberapa komoditas seperti cabe rawit yang harganya cukup tinggi, secara keseluruhan pasokan di Pasar Terisi masih aman dan mencukupi kebutuhan harian warga. “Kami melakukan pengecekan rutin untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa TNI selalu mengawal stabilitas pangan di wilayah binaan. Jika ditemukan adanya penimbunan atau permainan harga, kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.
Kegiatan monitoring ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Para pedagang menyambut baik kehadiran Babinsa, karena hal ini menunjukkan kepedulian aparat terhadap kesejahteraan pelaku usaha kecil dan konsumen. Dengan adanya pengawasan rutin seperti ini, diharapkan inflasi di tingkat lokal dapat terkendali dan masyarakat Kecamatan Terisi dapat memenuhi kebutuhan dapurnya tanpa hambatan berarti.
Kodim 0616/Indramayu melalui jajarannya akan terus melanjutkan patroli dan monitoring harga di berbagai pasar tradisional lainnya untuk memastikan tidak ada gejolak harga yang signifikan menjelang hari-hari besar atau perubahan musim.









Komentar