Kabarciayu – Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga Desa Dermayu, Kecamatan Indramayu, kembali terlihat nyata melalui ajang olahraga sepak bola bergengsi tingkat desa. Turnamen “Kuwu Cup” resmi dibuka pada Rabu (5/8/2026) sore di Lapangan Bola Desa Dermayu.
Kompetisi yang mempertemukan tim-tim dari berbagai Rukun Warga (RW) ini menjadi salah satu agenda puncak dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Suasana lapangan tampak ramai sejak siang hari. Ribuan warga tumpah ruah untuk menyaksikan laga perdana yang berlangsung sengit namun tetap sportif, yakni pertemuan antara tim RW 03 melawan RW 04. Sorak-sorai pendukung dari masing-masing RW terdengar bergema, menciptakan atmosfer pesta rakyat yang hangat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya sebagai penonton, kehadiran warga juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para pemuda desa yang turun bertanding mewakili lingkungan mereka.
Kepala Desa Dermayu, Bapak Wasjudin, dalam sambutannya menekankan bahwa turnamen ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar perebutan piala atau hadiah.
Menurutnya, Kuwu Cup adalah sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, dan membangun rasa kebersamaan antarwarga di tengah kesibukan masing-masing.
“Kita semua adalah saudara, satu desa. Harapan kami melalui turnamen ini masyarakat semakin kompak, bersatu, dan terus menjaga kebersamaan,” ujar Wasjudin dengan penuh semangat.
Bapak Wasjudin juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara, sponsor, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan baik.
Ia berharap agar Kuwu Cup tidak hanya berhenti pada tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus dilestarikan oleh generasi muda Desa Dermayu. Keberlanjutan acara semacam ini dinilai penting untuk menjaga vitalitas sosial masyarakat dan memberikan wadah positif bagi aktivitas remaja.
Dalam pesannya kepada para pemain, Kepala Desa mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Ia menegaskan bahwa kemenangan bukanlah segalanya, melainkan bagaimana para peserta mampu menjaga persaudaraan dan menghindari tindakan-tindakan provokatif yang dapat memicu benturan fisik atau konflik di luar lapangan. “Jangan mengutamakan kemenangan semata.
Jaga persaudaraan, hindari emosi berlebihan, dan tunjukkan bahwa pemuda Dermayu adalah pemuda yang beradab dan sportif,” tambahnya.
Turnamen Kuwu Cup Desa Dermayu juga dipandang sebagai upaya pemerintah desa dalam memberdayakan potensi lokal, khususnya di bidang olahraga.
Dengan menyediakan ruang bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat dan energi mereka secara positif, diharapkan angka kenakalan remaja dapat ditekan dan prestasi sepak bola desa dapat terus meningkat.
Banyak talenta muda yang mungkin belum tersalurkan akhirnya mendapatkan panggung untuk bersinar di kompetisi tingkat desa ini.
Selain aspek olahraga, event ini juga menjadi momentum ekonomi kreatif bagi warga sekitar. Para pedagang kaki lima dan UMKM lokal turut merasakan dampak positif dari ramainya pengunjung lapangan.
Penjualan makanan, minuman, dan merchandise tim meningkat signifikan selama masa turnamen berlangsung.
Dengan dilaksanakannya Kuwu Cup, Desa Dermayu menunjukkan bahwa perayaan HUT RI ke-81 tidak hanya dilakukan melalui upacara formal, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Sepak bola menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan, menghapus sekat antar-RW, dan memperkuat identitas kolektif sebagai warga Desa Dermayu.
Diharapkan, semangat kekompakan yang terbangun di atas lapangan hijau ini dapat terus dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Desa Dermayu sebagai contoh desa yang rukun, maju, dan berkarakter.***
Penulis : Yanto
Editor : Budi
Sumber Berita: Berbagai Sumber









Komentar